SERBUK II (PULVIS)
MENURUT JENIS BAHAN DAN CARA PEMBUATANNYA SERBUK DIBAGI MENJADI:
I. serbuk dengan bahan padat
a. bahan padat halus sekali
b. bahan padat berupa hablur/kristal
II. serbuk dengan bahan setengah padat
III. serbuk dengan bahan cair
IV. serbuk dengan tablet/kristal
I. serbuk dengan bahan padat
I.1. bahan padat halus sekali
a. tidak berkhasiat keras: sulfur (belerang) dalam pembuatan serbuk tidak diayak, umumnya dalam bedak tabur;
b. berkhasiat keras. jumlah banyak langsung dikerjakan salam lapisan zat tambahan, sedangkan dalam jumlah sedikit dan tidak dapat ditimbang dalam timbangan mg, maka dibuat dalam pengenceran;
c. bahan padat berupa hablur/kistal. umumnya digerus terlebih dahulu sebelum dicampur:
- camphora sangat mudah menggumpal kembali jika digerus. sebelum digerus tambahkan pelarut etanol 95% sampai larut lalu keringkan dengan zat tambahan.
- asam salisilat, kristal jarum sangat ringan, mudah terbang, digerus dengan penambahan pelarut etanol 95%, keringkan.
- asam benzoat, mentol, naftel, safol timol, digerus dengan penambahan etanol 95%.
- iodium digerus dengan penambahan etanol 95% atau eter, dikeringkan.
- serbuk dengan garam-garam yang mengandung air kristal dapat dikerjakan dalam lumpang panas. beberapa bahan mempunyai garam eksikatusnya, maka dapat diganti eksikatusnya:
# natrii karbonas - 50% atau 1/2 bagian
# natrii sulfas - 60% atau 1/2 bagian
# ferrosi sulfas - 67% atau 2/3 bagian
# magnesii sufas - 67% atau 2/3 bagian
#alumunii et kalii sulfas - 67% atau 2/3 bagian
II. serbuk dengan bahan setengah padat
umumnya dalam bedak tabur, misalnya vaselin kuning /putih, cera alb/flav, adeps lanae, paraffin padat. jika bahan tsb dalam jumlah banyak dapat dilebur dulu di atas tangas air, jumlah sedikit dapat digerus penambahan aceton atau eter, keringkan.
III. serbuk dengan bahan cair
- minyak atsiri/minyak terbang/minyak menguap. dapat diteteskan terakhir atau dapat dibuat elaeosacchara, yaitu campuran 2 g gula dan 1 tetes minyak atsiri. umumnya gula (saccharum)diganti dangan lactosa.
- balsamum peruvian. diencerkan dengan pelarut aceton atau ster, lalu dikeringkan dengan zat tambahan, biasanya dalam bedak tabur.
- tingtur dalam serbuk. zat berkhasiat dalam tingtur tidak menguap, jumlah sedikit dikerjakan dalam lumpang panas, keringkan dalam jumlah banyak diuapkan di atas tangas air sampai kental, tambahkan zat tambahan. (opii tct. belladonae, tct. digitalis). zat berkhasiat dalam tinctur dapat menguap, misalnya benzole opii tct, camphora spiritus, iodii tct, dapat diambil bagiannya. spiritus sebagai pelarut dapat diganti dengan zat tambahan. sedangkan opii tinctur aromatica, valerianae Tct, tidak dapat diambil bagian-bagiannya, dilakukan pengeringan dengan suhu serendah mungkin, jika jumlah sedikit langsung ditambahkan.
- ekstrak dalam serbuk
a. ekst. kering (ekstractum siccum), opii extr. strychni, dikerjakan langsung dalam serbuk.
b. ekst. kental (extractum spissum), extr. belladonae, extr. hyoscyami dikerjakan dalam lumpang panas dengan sedikit pelarut etanol 70%, dikeringkan.
c. ekst. cair (extractum liquidum), extr. chinae liquid dikerjakan pada tinctur.
IV. serbuk dengan tablet dan kapsul
- tablet, jika tersedia zat aktifnya maka diganti dengan zat aktifnya, jika tidak dapat digerus halus lalu dicampur dalam serbuk jumlah tablet dalam bentuk pecahan, dapat dibuat pengenceran.
- kapsul, dibuka cangkang kapsul lalu keluarkan isinya, baru dicampurkan ke dalam serbuk.
CAMPURAN SERBUK MENJADI BASAH ATAU MENCAIR
suatu campuran serbuk kadang kala menjadi basah atau mencair, basah disebabkan menyerap air atau keluarnya air kristal dari zat yang bersangkutan. terjadi penyerapan air karena campuran serbuk menjadi lebih higroskopis dari masing-masing serbuk/kristal. disamping itu campuran serbuk dapat menyebabkan turunnya titik lebur campuran serbuk tersebut dibanding titik lebur masing-masing serbuk.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home