Saturday, January 30, 2010

FUNGI PATOGEN

infeksi jamur pada manusia berlangsung melalui sporanya dan dapat dibagi dalam mycosis umum dan mycosis permukaan.

1. mycosis umum (sistemik). pada infeksi umum, jamur atau ragi tersebar di tubuh atau mengakibatkan infeksi dalam organ tubuh, yang kadang-kadang dapat membahayakan jiwa, terutama penderita-penderita yang daya tahan imunnya menurun akibat misalnya infeksi (AIDS) atau yang menggunakan obat-obat yang menekan daya imunitas. contohnya adalah actinomycosis, aspergillosis, dan candidiasis (infeksi candida dari khusus saluran cerna dan alat pernapasan).

2. mycosis permukaan (tinea). infeksi ini yang jauh lebih sering terjadi, terbatas pada kulit, rambut, kuku, dan mukosa. infeksi ini mencakup dermatomikosis, candidiasis vaginal, candidiasis mulut, dan alat cerna. mycosis kulit juga dinamakan tinea (latin= dimakan oleh ngengat, "moth-eaten") disusul dengan lokasinya, misalnya tinea corporis, cruris, capitis, dan pedis, masing-masing berarti infeksi di tubuh, lipat paha, kepala, dan kaki. penyebabnya adalah sering kali fungi berikut ini:

 a. dermatofit (jamur permukaan) dari suku Tricophyton (kulit, rambut, kuku), apidermophyton (kulit, kuku) dan microsporum (kulit, rambut). mikroorganisme ini hidup dilapisan tanduk, kuku, serta rambut dan memiliki enzim yang mampu melarutkan keratin (bagian utama dari jaringan tanduk). infeksi terdiri dari bercak-bercak melingkar ("ringworm") di kulit dengan batas-batas tajam, yang tertutup dengan sisik atau gelembung kecil. dermatofitosis (dermatomikosis) adalah infeksi jamur kronis dari kulit, rambut, dan kuku berdasarkan unsur keratinnya. jamur-jamur ini yang juga dinamakan fungi "ringworm", a.l. mengakibatkan "kutu air", panu, kurap dan kuku kapur.

 b. candida albicans (dahulu disebut menilia)adalah suatu jenis ragi yang sering kali menghinggapu mukosa mulut, bronchia, dan vagina.

 c. pityrosporum ovale, yang berperan pada ketombe dan malessezia furfur, penyebab panu.


beberapa dermatomikosis dan terapinya

di bawah ini diuraikan beberapa jenis dermatomikosis yang paling sering ditemukan dan cara pengobatannya:

1. kutu air (athlete's foot, Tinea pedis).

  kutu air disebabkan oleh jenis Trichofyton dan merupakan dermatomikosis yang paling banyak timbul.

  gejalanya berupa gatal-gatal di antara jari kaki, kemudian terbentuk gelembung yang lalu pecah dan mengeluarkan cairan. kulit menjadi lunak (maserasi) dan terkelupas, hingga membuka peluang bagi infeksi sekunder oleh kuman. penyebarannya melalui penggunaan bersama kamar mandi dan ruang ganti pakaian umum sedangkan sumber infeksinya adalah serpih kulit yang terkelupas. pengobatan dengan krem mikonazol atau ungenta whitfield (benzoat 5%, salisilat 5% dalam lanolin-vaselin ana). untuk kasus-kasus yang sulit dapat digunakan griseofulvin atau ketokonazol per oral.

 2. kuku kapur ('ram's horn nail', onychomycosis)

  kuku kapur bercirikan kuku menebal, mengeras, regas dan mudah patah, berwarna keputih-putihan dan ada kalanya tidak lurus. infeksi ini sering menular dari kuku ke kuku. para lansia lebih sering dihinggapi infeksi jamur ini, terlebih pula bila sirkulasi darah di jari-jari kaki kurang baik. bila seluruh kuku sudah terinfeksi, dokter dapat mencabutnya dan disusul pengobatan dengan terbinafin :oral 1 dd 250 mg. dahulu sering digunakan griseofulvin oral, tetapi pada mikosis kuku jempol kaki tidak begitu ampuh. karena sukar sekali disembuhkan, terapi membutuhkan waktu lama, minimal 6-12 bulan sedangkan infeksi selalu bisa kambuh lagi.

 3. panu (pityriasis versicolor)

  infeksi permukaan ini banyak terjadi di indonesia dan daerah tropik lain. infeksi berupa bercak-bercak putih dan kecoklatan-merah di tengkuk, dada, punggung, dan lengan. terutama hipopigmentasi di muka merupakan suatu masalah kosmetik. penyebabnya adalah malessezia furfur, suatu jamur yang terdiri dari kelompok sel dengan hypen pendek di atas kulit. pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan bercak-bercak dengan larutan salisilat 5-10% dalam spirtus dil. atau krem mikonazol/ketokonazol selama 2-3 minggu atau terbinafin. untuk kasus-kasus yang resisten dapat digunakan itrakonazol 2dd 100 mg selama 1 minggu. walaupunterapi berhasil, tetapu repigmentasi baru timbul setelah beberapa bulan.

 4. ketombe (dandruff, pityriasis capitis)

  ketombe bercirikan terlepasnya serpih-serpih berlebihan dari kulit kepala yang biasanya disertai gatal-gatal. menurut perkiraan, penyerpihan meningkat disebabkan pleh penghuni normal kulit kepala ini sangat meningkat jumlahnya dan menstimulir pembentukkan lipase. trigliserida dirombak olehnya menjadi asam-asam lemak, yang merangsang kulit dan mengakibatkan hiperproliferasi sel-sel epidermisnya. akibatnya keratosis dilepaskan lebih pesat, keratin mati yang melekat satu pada yang lain, lalu dilepaskan sebagai gumpalan-gumpalan serpih dan tidak berangsur-angsur satu demi satu seperti pada keadaan normal. ketombe umumnya dianggap sebagai bentu ringan dari eczema seboris. tidak diketahui mengapa orangorang tertentu dihinggapi ketombe dan orang lain tidak. sebagai faktor penyebab disebut keadaan sistem imun lemah, yang pada orang peka menimbulkan reaksi kulit abnormal terhadap pityrosporum. selain itu, peningkatan derajat asam dan kadar lemak dari kulit, susunan lemak dan stress turut menyumbang berubahnya fungi tersebut menjadi patogen.

pengobatan dapat dilakukan dengan shampo yang mengandung slensulfida 2,5%, seng-pirithion 2%, dan piroctone olamine (octopirox). pada kasus hebat (eczema seboris), dianjurkan gel ketokonazol 2%. di samping itu juga digunakan zat-zat yang berkhasiat menghambat pembelahan sel (mitosis), misalnya ter (juga berkhasiat antiradang). selensulfida pun berkhasiat antimitosis dan menghalangi keluarnya palit berlebihan dari kelenjdar talg.

5. candidiasis

candida albicans (nama lama: monilia) adalah jamur yang terdiri dari sel-sel oval seperti ragi dan sel-sel yang memanjang sambung-menyambung merupakan hyphae dan disebut pseudomycelium. jamur ini adalah bagian dariflora normal (komensal) selaput lendir di saluran pernapasan, saluran cerna, dan vagina.

a. candidiasis mulut (sariawan). infeksi mulut bergejala luka perih dan bercak-bercak putih pada mukosa mulut serta lidah, yang dapat menjalar ke tenggorok dan oesophagus. ciri lainnya berupa cheilitis (radang di sudut-sudut mulut). infeksi ini sering terjadi akibat penggunaan antibiotika berspektrum luas, kortekosteroida dan sitostatika, selama terapi radiasi, leukimia, dan pada bayi yang baru dilahirkan , juga pada pasien AIDS dengan sistem-imun lemah (CD4+ <300>

pengobatan efektif dapat dilakukan dengan flukonazol oral. pilihan kedua adalah itrakonazaol dan ketokonazol oral dan pilihan ketiga berupa penggunaan lokal (suspensi nystatin, tablet hisap amfoterisin). pada pasien AIDS tidak jarang terjadi resistensi akibat profilaksis jangka panjang anti mikotika. dalam hal ini dosis perlu   dinaikkan atau digunakan kombinasi dari 2 antimikotika (baru). resistensi dapat dicegah dengan pengobatan intermiten (tidak continu).

Thursday, January 28, 2010

The Origins of Virology

periode awal

perkembangan ilmu tentang virus berhubungan erat dengan perkembangan mikrobiologi. periode awal dimulai dengan pengamatan organisme mikroskopik oleh Anthony van Leuwenhoek (1632 -1723), penemu mikroskop. hasil pengamatan dari Leeuwenhoek digambarkan dalam bentuk sketsa sel bakteri berbentuk bulat- coccus, batang-bacillus, spiral-pirillum.

penemuan Anthony van Leeuwenhoek membuka cakrawala baru tentang asal mula kehidupan. teori generatio spontanea atau abiogenesis bahwa organisme hidup berasal dari bahan mati mengalami kehancuran. Louis Pasteur (1822 - 1895) mematahkan teori abiogenesis dengan percobaan menggunakan labu berleher angsa untuk mendidihkan kaldu. hasil percobaan menunjukkan bahwa pada labu tidak ada tanda-tanda kehidupan karena partikel debu dari udara tidak dapat mencapai kaldu, terperangkap pada dasar leher angsa-berbentuk U.

bersamaan waktu dengan Pasteur seorang dokter Jerman Robert Koch (1843-1910) melakukan penelitian tentang kuman anthrax yang menyerang ternak. dalam penelitiannya Koch berhasil mengisolasi kuman anthrax-Bacillus anthracis dalam bentuk biakan murni dan membuktikan bahwa kuman yang diisolasi tersebut dapat menimbulkan penyakit yang sama bila dimasukkan ke dalam tubh binatang percobaan. berdasarkan penemuan tersebut, Koch memformulasikan kriteria mengenai kuman yang dikenal dengan Postulat Koch. penemuan lain yang dihasilakn oleh Koch adalah kuman penyebab kolera-Vibrio cholera  dan kuman penyebab infeksi pernapasan Mycobacterium tuberculose.

Periode Penemuan Virus

Adolf Mayer (1843-1942) melakukan penelitian di Belanda tentnag penyakit pada tembakau dan memberi nama penyakit mozaik tembakau. selanjutnya Dimitri Ivanofsky (1864-1920) ilmuwan Rusia melaporkan hasil penelitiannya bahwa filtrate hasil saringan bakteri dapat menginfeksi tembakau dan mengakibatkan penyakit mozaik. 

SERBUK II (PULVIS)

MENURUT JENIS BAHAN DAN CARA PEMBUATANNYA SERBUK DIBAGI MENJADI:

I. serbuk dengan bahan padat

  a. bahan padat halus sekali

  b. bahan padat berupa hablur/kristal

II. serbuk dengan bahan setengah padat

III. serbuk dengan bahan cair

IV. serbuk dengan tablet/kristal


I. serbuk dengan bahan padat

I.1. bahan padat halus sekali

  a. tidak berkhasiat keras: sulfur (belerang) dalam pembuatan serbuk tidak diayak, umumnya dalam bedak tabur;

 b. berkhasiat keras. jumlah banyak langsung dikerjakan salam lapisan zat tambahan, sedangkan dalam jumlah sedikit dan tidak dapat ditimbang dalam timbangan mg, maka dibuat dalam pengenceran;

 c. bahan padat berupa hablur/kistal. umumnya digerus terlebih dahulu sebelum dicampur:

  - camphora sangat mudah menggumpal kembali jika digerus. sebelum digerus tambahkan pelarut etanol 95% sampai larut lalu keringkan dengan zat tambahan.

  - asam salisilat, kristal jarum sangat ringan, mudah terbang, digerus dengan penambahan pelarut etanol 95%, keringkan.

  - asam benzoat, mentol, naftel, safol timol, digerus dengan penambahan etanol 95%.

  - iodium digerus dengan penambahan etanol 95% atau eter, dikeringkan.

  - serbuk dengan garam-garam yang mengandung air kristal dapat dikerjakan dalam lumpang panas. beberapa bahan mempunyai garam eksikatusnya, maka dapat diganti eksikatusnya:

# natrii karbonas - 50% atau 1/2 bagian

# natrii sulfas - 60% atau 1/2 bagian

# ferrosi sulfas - 67% atau 2/3 bagian

# magnesii sufas - 67% atau 2/3 bagian

#alumunii et kalii sulfas - 67% atau 2/3 bagian

II. serbuk dengan bahan setengah padat

umumnya dalam bedak tabur, misalnya vaselin kuning /putih, cera alb/flav, adeps lanae, paraffin padat. jika bahan tsb dalam jumlah banyak dapat dilebur dulu di atas tangas air, jumlah sedikit dapat digerus penambahan aceton atau eter, keringkan.

III. serbuk dengan bahan cair

 - minyak atsiri/minyak terbang/minyak menguap. dapat diteteskan terakhir atau dapat dibuat elaeosacchara, yaitu campuran 2 g gula dan 1 tetes minyak atsiri. umumnya gula (saccharum)diganti dangan lactosa.

 - balsamum peruvian. diencerkan dengan pelarut aceton atau ster, lalu dikeringkan dengan zat tambahan, biasanya dalam bedak tabur.

 - tingtur dalam serbuk. zat berkhasiat dalam tingtur tidak menguap, jumlah sedikit dikerjakan dalam lumpang panas, keringkan dalam jumlah banyak diuapkan di atas tangas air sampai kental, tambahkan zat tambahan. (opii tct. belladonae, tct. digitalis). zat berkhasiat dalam tinctur dapat menguap, misalnya benzole opii tct, camphora spiritus, iodii tct, dapat diambil bagiannya. spiritus sebagai pelarut dapat diganti dengan zat tambahan. sedangkan opii tinctur aromatica, valerianae Tct, tidak dapat diambil bagian-bagiannya, dilakukan pengeringan dengan suhu serendah mungkin, jika jumlah sedikit langsung ditambahkan.

  - ekstrak dalam serbuk

   a. ekst. kering (ekstractum siccum), opii extr. strychni, dikerjakan langsung dalam serbuk.

   b. ekst. kental (extractum spissum), extr. belladonae, extr. hyoscyami dikerjakan dalam lumpang panas dengan sedikit pelarut etanol 70%, dikeringkan.

   c. ekst. cair (extractum liquidum), extr. chinae liquid dikerjakan pada tinctur.

IV. serbuk dengan tablet dan kapsul

 - tablet, jika tersedia zat aktifnya maka diganti dengan zat aktifnya, jika tidak dapat digerus halus lalu dicampur dalam serbuk jumlah tablet dalam bentuk pecahan, dapat dibuat pengenceran.

 - kapsul, dibuka cangkang kapsul lalu keluarkan isinya, baru dicampurkan ke dalam serbuk.


CAMPURAN SERBUK MENJADI BASAH ATAU MENCAIR

suatu campuran serbuk kadang kala menjadi basah atau mencair, basah disebabkan menyerap air atau keluarnya air kristal dari zat yang bersangkutan. terjadi penyerapan air karena campuran serbuk menjadi lebih higroskopis dari masing-masing serbuk/kristal. disamping itu campuran serbuk dapat menyebabkan turunnya titik lebur campuran serbuk tersebut dibanding titik lebur masing-masing serbuk.


SERBUK I

Serbuk (FI III) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan yang bertujuan sebagai penggunaan oral atau luar.

Keuntungan sedian serbuk:

-          - Memiliki permukaan yang luas sehingga mudah terabsorbsi dan lebih larut daripada dalam bentuk sediaan serbuk;

-          - Dokter leluasa memberikan dosis berdasarkan keadaan pasien;

-          - Sebagai alternative pengguna anak-anak atau pun dewasa yang sukar menelan obat;

-          - Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat dalam sediaan kapsul atau padat dapat dibuat dalam bentuk serbuk;

-          - Lebih stabil daripada dalam sediaan cair.

Kerugian sedian serbuk:

-          - Obat yang higroskopis menjadi mudah menyerap uap air di udara sehingga akan menjadi lembab;

-          - Rasa pahit yang tidak tertutupi, namun bias diatasi dengan penggunaan corigens saporis.

Pulvis: serbuk yang tidak terbagi

Pulveres: serbuk yang dibagi-bagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. Untuk serbuk bagi yang mengandung bahan yang mudah meleleh atau atsiri harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang mengandung lilin kemudian dilaspi lagi dengan kertas logam.

Keseragaman bobot pulveres:

Timbang isis dari 20 bungkus satu persatu, campur isi ke 20 bungkus tadi dan timbang sekaligus, hitung bobot isi rata-rata. Penyimpangan antara penimbangan satu persatu terhadap bobot isi rata-rata tidak lebih dari 15% untuk tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% tiap 18 bungkus.

Syarat serbuk: kering, halus dan homogen.

Penyimpanan

pulvis dalam wadah tertutup rapat terbuat dari kaca susu atau bahan lain yang cocok.

Pulveres dalam wadah tertutup baik.

 

CARA MEMBUAT SERBUK

- Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu persatu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit, kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak no.60 dan dicampur lagi. Jika serbuk mengandung lemak, harus diayak dengan pengayak no.44.

-          - Jika jumlah obat <>

-          - Obat serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus sesuai tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50°;

-          - Obat berupa cairan misalnya tingtur dan ekstrak cair, diuapkan pelarutnya hingga hamper kering dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok;

-          - Obat bermassa lembek misalnya ekstrak kental, dilarutkan dalam pelarut yang sesuai secukupnya dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok;

-          - Jika serbuk obat mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok.

CARA MENCAMPUR SERBUK

-          - Obat berbentuk kristal atau bongkahan besar digerus dahulu;

-          - Obat yang berkhasiat keras dan umlahnya sedikit dicampur dengan zat tambahan (konstituen) dalam lumping;

-          - Obat yang berlainan warna diaduk bersamaan agar nampak bahwa serbuk sudah merata;

-          - Obat yang jumlahnya sedikit dimasukka terlebih dahulu;

-          - Obat yang volumenya sedikit dimasukka terlebih dahulu.

DERAJAT HALUS SERBUK

-          - Jika dinyatakan dalam satu nomor, artinya semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor tersebut.

-          - Jika dinyatakan dalam 2 nomor, maksudnya semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayaj dengan nomor tertinggi.

Nomor pengayak menunjukkan jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah dengan panjang kawat.

 

Yang dimaksud dengan:

-          (5/8) serbuk sangat kasar

-          (10/40) serbuk kasar

-          (22/60) serbuk agak kasar

-          (44/85) serbuk agak halus

-          (85) serbuk halus

-          (120) atau (200/600) serbuk sangat halus

 

SERBUK TIDAK TERBAGI

-         - Terbatas pada obat yang tidak paten, misal laksan, antasida, makanan diet dan beberapa analgesic tertentu.

-         - Pulvis effervescent, merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dingin atau air hangat, serbuk mengeluarkan CO2 kemudian membentuk larutan yang jernih. Serbuk tersebut dibuat dari - campuran senyawa asam (asam sitras tartrat) dan senyawa basa (nat-karbonat atau nat-bikarbonat)

-          - Serbuk gigi (pulvis dentrificius), biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dahulu dalam chloroform atau etanol 90%.

-         - Serbuk tabur (pulvis adspersourism), harus bebas dari butiran kasar dimaksudkan untuk obat luar, tidak boleh digunakan untuk luka terbakar. Talk, kaolin, dan bahan mineral lainnya yang digunakan untuk serbuk tabor harus memenuhi syarat bebas dari bakteri Clostridium welchii dan Bacillus anthracis. Cara mensterilkannya dengan pemanasan kering pada suhu 150° selama 1 jam. Contoh: pulvis salicylatis compositu.

-         - Serbuk insufflasi (insufflations powder), serbuk obat yang ditiupkan ke dalam daerah tertentu seperti telinga, hidung, tenggorokan, dan vagina (compound clioquinol powder, USP)

-         - Serbuk kering sirup antibiotika, jika digunakan dilarutkan dalam air dengan volume yang ditentukan (direkonstruksi) waktu penggunaan tidak lebih dari 7 hari (penbritin sirup)

-         -

Serbuk kering untuk injeksi, untuk bahan obat yang tidak stabil dalam larutan injeksi, waktu akan dgunakan dilarutkan dengan air untuk injeksi yang tersedia dalam wadah tersendiri, setelah larut segera disuntikkan (ampicillin sodium injection)

Wednesday, January 27, 2010

PERMANGANOMETRI

merupakan metode untuk menetapkan kadar zat reduktor dalam suasana asam (H2SO4 encer) dengan larutan titer kalium permanganat.

biloks  Mn berubah dari +7 menjadi +2 dengan demikian berat akivalennya 1/5 dari berat molekulnya atau 31,606.

pada awal reaksi titrasi berwarna merah mantap untuk beberapa saat menandakan reaksi berlangsung lambat. pada penambahan titran selanjutnya, warna merah hilang makin cepat karena ion mangan (II) yang terjadi berfungsi sebagai katalis. selanjutnya titran dapat ditambahkan lebih cepat sampai titik akhir tercapai, yaitu sampai pada tetesan warna merah jambu pucat mantap.

titrasi dilakukan dengan pemanasan (kurang lebih 70 derajat). autoindikator ion MnO4-  ungu setelah direduksi akan menjadi Mn2+ tidak berwarna. Asam sulfat merupakan asam yang paling cocok karena tidak bereaksi dengan permanganate.

Tuesday, January 19, 2010

KAPSUL

kapsul adalah sedian obat terbungkus cangkang kapsul, lunak atau keras, yang  mana cangkang kapsul tersebut terbuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lainnya.

SERBUK

serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat-zat kimia yang dihaluskan, bertujuan untuk pemakaian oral ataupun pemakaian luar.

syarat-syarat serbuk: serbuk harus kering, halus, dan homogen

derajat kehalusan serbuk:

- serbuk sangat kasar (5/8)

- serbuk kasar (10/40)

- serbuk agak kasar (22/60)

- serbuk agak halus (44/85)

- serbuk halus (85)

- serbuk sangat halus (120) atau (200/600)

pulvis: serbuk yang tidak terbagi

pulveres: serbuk yang terbagi dalam bobot yang kurang lebih sama rata, yang kemudian dibungkus pada wadah tertentu.


Sunday, January 10, 2010

TITRASI PENETRALAN

asam : zat yang bila dilarutkan dalam air akan terdisosiasi menjadi ion hidrogen yang satu-satunya membentuk ion positif.
basa : zat yang bila dilarutkan dalam ar akan membentuk ion hidroksida yang satu-satunya membentuk ion negatif.
alkalimetri : penetapan kadar basa dengan menggunakan larutan baku asam.
asidimetri : penetapan kadar asam dengan menggunakan larutan baku basa.
garam : hasil reaksi antara senyawa basa dan asam.
netralisasi : penggabungan ion-ion secara kimia.

MACAM-MACAM REAKSI NETRALISASI

Netralisasi asam kuat dengan basa kuat
PH pada titik ekivalen, dimana ekuivalen basa=ekuivalen asam adalah 7, karena tidak ada yang tepat pada PH=7 maka alternatif yang dipilih ada 2, yaitu:
jika asam dititrasi dengan basa, maka indikator yang dipakai adalah PP, karena kelebihan 1 tetes basa akan terjadi loncatan PH ke arah basa.

Netralisasi asam kuat dengan basa lemah
titik ekuivalen berada di asam maka indikator menggunakan metil merah, brom fenol biru.

Netralisasi asam lemah dengan basa kuat
titik ekuivalen berada di basa maka indikator yang dipakai: PP, timol blue, timolftalein

Netralisasi asam lemah dengan basa lemah
tidak terjadi loncatan PH yang besar variasi derajat disosiasi dari asam atau basa tersebut.

petunjuk pemilihan indikator
1. gunakan 3 tetes larutan indikator kecuali dinyatakan lain;
2. asam kuat dititrasi dengan basa kuat menggunakan indikator merah metil, fenolftalein, jingga metil;
3. asam kuat dititrasi basa lemah menggunakan indikator merah metil;
4. basa kuat dititrasi asam lemah menggunakan indikator PP;
5. asam lemah dititrasi basa lemah tidak ada inidikator yang dapat digunakan;
6. lebih mudah mengidentifikasikan warna yang timbul daripada warna yang hilang.

perubahan warna indikator terjadi karena:
1. indikator merupakan senyawa asam/basa organik lemah, sehingga larutan terjadi kesetimbangan pengionan;
2. warna molekul-molekul indikator berbeda dengan ion-ionnya;
3. menentukan keberadaan PH tinggi, PH rendah atau PH sedang tergantung besar-kecilnya Ka/Kb indikator;
4. terjadinya trayek karena terjadinya kesetimbangan pengionan dan kemampuan mata membedakan warna terbatas.


ALKALIMETRI

larutan titer -> Na(OH), KOH, Ba(OH)2
kelemahan penggunaan KOH:
- sukar dipisahkan dari air pengotornya (K2CO3)
- mahal dibandingkan Na(OH)
- akurasi tinggi : Ba(OH)2 (pengotor tidak larut dalam air)

NaOH merupakan basa kuat yang mudah menyerap CO2, sehingga akan mudah dikotori oleh karbonat. maka diatasi dengan :
- penggunaan air bebas CO2 untuk melarutkan basa
- dibuat larutan basa pekat baru diencerkan sesuai konsentrasi
- butiran NaOH dicuci dulu dengan air sebelum dilarutkan
- dibebaskan dengan Ba(OH)2

Menurut FI:
pembuatan NaOH 0,1 N :sejumlah NaOH dilarutkan dalam air bebas CO2 secukupnya hingga tiap 1000 ml larutan mengandung 4,001 g NaOH.

Pembakuan larutan NaOH:
pembakuan larutan NaOH menggunakan larutan biftalat karena lebih stabil, tahan panas (sampai 130 derajat, tidak higroskopis.

penyimpanan NaOH 0,1N:
- wadah tertutup kedap, untuk menghindari pengaruh udara, khususnya CO2;
- larutan basa lebih baik disimpan dalam wadah plastik, bila disimpan dalam gelas maka akan bereaksi dengan gelas karena wadah gelas terbuat dari ion alkali tanah yang akan membuatnya semakin basa;
- bila tidak disimpan lama wadah gelas masih bisa digunakan dan sebaiknya menggunakan tutup wadah dari plastik, karena tutup gelas sering mengakibatkan kesulitan dalam membukanya.

Saturday, January 9, 2010

istilah-istilah dalam volumetri

larutan standar - larutan yang sudah diketahui pasti konsentrasinya.

titrasi - proses penambahan larutan standar hingga reaksi terpenuhi.

titik ekivalen - pencapaian volume saat proses titrasi.

titik akhir - perubahan warna saat pemberian indikator pada larutan yang menandakan reaksi telah lengkap.

indikator - zat yang digunakan untuk mendeteksi bahwa titik ekivalen sudah tercapai, reaksi tepat lengkap.

titran - zat yang digunakan untuk mentitrasi (cairan yang ada di buret)

titrat - zat yang dititrasi (cairan yang ada di beaker glass)

volumetri

yaitu, analisis kimia kuantitatif dengan menetapkan volume dari larutan yang sudah ditetapkan konsentrasinya dengan tepat yang diperlukan untuk bereaksi secara kuantitatif  dengan larutan yang akan ditetapkan kadarnya.

syarat analisis volumetri:

1. reaksi harus bereaksi kuantitatif dan tidak ada reaksi sampingan, tidak boleh terganggu oleh zat-zat lainnya sehingga merusak reaksi utama;

2. reaksi berlangsung cukup dan lengkap pencapaian titik akivalen. terkadang diperlukan katalisator untuk mempercepat;

3. harus ada perubahan yang mencolok saat titik ekivalen titrasi tercapai;

4.  terdapat indikator untuk mendeteksi saat titik akhir reaksi tercapai.


PENGGOLONGAN REAKSI VOLUMETRI

A. Berdasarkan reaksi kimia

1.) Reaksi penetralan (asidi/alkali) : reaksi yang melibatkan titrasi basa bebas, yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah, dengan menggunakan asam standar (asidimetri) dan titrasi asam bebas, yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah, dengan menggunakan basa standar (alkalimetri).

2.) Reaksi pembentukkan kompleks : reaksi bergantung bersenyawanya ion-ion, bukan ion hidrogen atau ion hidroksida, untuk membentuk senyawa yang mudah larut dan sedikit terdisosiasi.

3.) Reaksi pengendapan : reaksi bergantung bersenyawanya ion-ion untuk membentuk endapan sederhana.

4.) reaksi oksidasi-reduksi : reaksi yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi atau pertukaran elektron-elektron pada senyawa yang bereaksi.

B. Berdasarkan cara titrasi

1.) Titrasi langsung : titrasi langsung terhadap zat-zat yang dititrasi.

2.) Titrasi kembali : penambahan titran dalam jumlah berlebih, kemudian kelebihan tersebut dititrasi kembali dengan titran yang lain.

C. Berdasarkan jumlah sampel terbagi

1.) Titrasi makro

      - jumlah sampel: 100 - 1000 mg

      - volume titran : 10 - 100 ml

      - ketelitian buret : 0,02 ml

2.) Titrasi semi mikro

      - jumlah sampel :10 - 100 mg

      - volume titran : 1 -10 ml

      - ketelitian buret : 0,001 ml

3.) Titrasi mikro

      - jumlah sampel :1 - 10 mg

      - volume titran : 0,1 - 1 ml

      - ketelitian buret : 0,001 ml


PENENTUAN TITIK AKHIR

titik akhir dilihat karena adanya perubahan:

1. warna => larutan berwarna menjadi tidak berwarna, sedangkan larutan tidak berwarna menjadi berwarna.

2. kekeruhan larutan => larutan yang awalnya jernih menjadi keruh atau sebaliknya.

bila titrasi dilakukan dengan menambahkan indikator, maka perubahan warna terjadi karena reaksi antara indikator dengan titran. bila tidak ditambahkan indikator, maka perubhan warna terjadi karena titran/titrat yang berwarna.


LARUTAN STANDAR

ada dua larutan standar: larutan standar primer dan larutan standar sekunder.

syarat zat standar primer:

1. zat harus mudah didapat, mudah dimurnikan, mudah dikeringkan, dan tidak mudah berubah kemurniannya;

2. zat tidak mudah berubah karena pengaruh udara saat penimbangan;

3. reaksi stoikiometrik;

4. zat mempunyai titik ekivalen tinggi (Sehingga ketelitian penimbangan tinggi);

5. zat mudah larut dalam kondisi yang digunakan;

6. zat mudah diuji terhadap zat-zat pengotor dengan uji kualitatif atau iji lainnya.

standar sekunder => suatu zat yang digunakan untuk standardisasi yang konsentrasinya telah diketahui dengan melakukan perbandingan terhadap standar primer.

BEBERAPA LARUTAN STANDAR PRIMER

1. reaksi asam-basa

Natrium karbonat, natrium tetraborat, kalium biftalat, asam klorida, kalium hidrogen iodat, asam benzoat.

2. reaksi pembentukkan kompleks

perak nitrat, natrium klorida, berbagai logam (Zn, Mg, Cu, Mn)

3. reaksi pengendapan

perak nitrat, natrium klorida, kalium klorida, kalium bromida.

4. reaksi oksidasi-reduksi

kalium dikromat, kalium bromat, kalium iodat, natrium oksalat, arsen (III) oksida, dan besi murni.

analisa kuantitatif

yaitu, menetapkan komponen-komponen atau jumlah dari suatu zat.

macam analisa kuantitatif:

1. gravimetri: prosedur penetapan kadar dengan mengisolasi dan menimbang senyawa dalam bentuk murni, dengan memisahkannya dari bagian-bagian tertentu, zat yang diperiksa dan bobot konstan dalam sampel dihitung dari bobot produk.

2. titrimetri: prosedur penetapan kadar dengan menetapkan volume suatu larutan yang konsentrasinya sudah diketahui yang bereaksi secara kuantitatif dengan larutan yang akan ditetapkan kadarnya.

3. instrumental: prosedur penetapan kadar dengan menggunakan alat-alat modern.

analisis kimia

analisis kimia: pemisahan senyawa-senyawa menjadi bagian-bagian terkecil yang kemudian menetapkan kandungan dari senyawa-senyawa tsb.

metode ideal analisis kimia:

1. spesifik - dapat mengukur zat-zat yang terkandung di dalamnya tanpa terganggu dengan bahan-bahan tambahan lainnya.

2. selektif - dapat menetapkan zat-zat yang ada walau ada zat lainnya.

3. cermat - antara hasil dan kuantitas sama

4. tepat -  selisih antara hasil yang didapat dengan kuantitas yang sudah ditetapkan.


perlakuan terhadap sampel:

1. penggunaan sampel mewakili seluruhnya;

2. pentapan dilakukan duplo (dua kali), atau triplo lebih baik;

3. semua perlakuan dan hasil dicatat;

4. penimbangan tdk <> 110%, penimbangan tidak kurang atau lebih dari 0,1% (dinyatakan dengan menambah angka 0 di belakang koma pada akhir penulisan bilangan), pemakaian pipet volume atau buret yang memenuhi syarat.

5. menganalisa data secara statistik pada data yang dicurigai penyimpangannya jauh dibandingkan angka yang lain.